Saturday, September 9, 2017

Punya Anak Susah Makan? Coba deh Lakukan Metode Pijatan Tui Na Insya Allah Sangat Membantu, Ibu Ibu Harus Tau iini

   

Pusing rasanya melihat anak hanya mau makan jajanan tapi tidak mau mengasup makanan bergizi. Rasanya sudah beragam cara Anda lakukan, tapi anak masih saja ogah makan.

Anak yang kurang gizi akan berpengaruh ke banyak hal dalam pertumbuhannya. Mulai dari turunnya kecerdasan, berat dan tinggi badan yang kurang, hingga sulit beraktivitas. Bila sudah begini, mungkin metode pijat Tui Na yang diperkenalkan terapis pijat anak, dr. Fan Ya-Li bisa Anda terapkan.
Dilansir dari Red Wing Book.com, metode pijat Tui Na aman dan tidak invasif. Anak yang dipijat dengan metode ini akan merasa rileks, nafsu makan bertambah, dan penyerapan gizi di tubuhnya maksimal. Langkah pemijatannya pun mudah.

Langkah 1

- Tekuk sedikit ibu jari anak dan gosok garis di pinggir ibu jari di sisi telapaknya. Pijat dari ujung ibu jari hingga ke pangkalnya antar 100 - 500 kali. Ini membantu memperkuat fungsi pencernaan dan limpa.

Langkah 2

- Pijat tekan melingkar bagian pangkal ibu jari yang paling tebal berdaging 100 - 300 kali. Ini akan menguraikan akumulasi makanan yang belum dicerna serta menstimulasi lancarnya sistem cerna.

Langkah 3

- Gosok melingkar tengah telapak tangan 100 - 300 kali dengan radius lingkaran kurang dari dua pertiga dari tengah telapak tangan ke pangkal jari kelingking. Stimulasi ini akan memperlancar sirkulasi daya hidup dan darah serta menyelaraskan lima organ utama tubuh.

Langkah 

- Tusuk dengan kuku Anda serta tekan melingkar titik yang berada di tengah lekuk buku jari yang terdekat dengan telapak. Untuk jari telunjuk, tengah, manis, dan kelingking. Tusuk dengan kuku sebanyak tiga hingga lima kali dan pijat tekan 30 - 50 kali per titik. Ini akan memecah stagnasi di meridian dan menghilangkan akumulasi makanan.

Langkah 5

- Tekan melingkar dengan bagian tengah telapak tangan Anda, di area tepat di atas pusarnya searah jarum jam sebanyak 100 - 300 kali. Ini menstimulasi makanan agar lebih lancar.

Langkah 6

- Dengan kedua ibu jari, tekan, dan pisahkan garis di bawah rusuk menuju perut samping 100 - 300 kali. Ini memperkuat fungsi limpa, lambung, dan memperbaiki pencernaan.

Langkah 7 

- Tekan melingkar titik di bawah lutut bagian luar, sekitar empat lebar jari anak di bawah tempurung lututnya sekitar 50 - 100 kali. Gerakan ini bakal menyelaraskan lambung, usus, dan pencernaan.

Langkah 8


- Pijat secara umum punggung anak lalu tekan dengan ringan tulang punggungnya dari atas ke bawah sebanyak tiga kali. Lalu cubit kulit di kiri-kanan tulang ekor dan merambat ke atas hingga lebar tiga hingga lima kali. Gerakan ini mendukung aliran chi (daya hidup) sehat dan memperbaiki nafsu makan anak.

Friday, April 29, 2016

Cerita Istri almarhum KH Mustafa Ya'kub detik-detik menjelang wafatnya sang suami



Ustadzah Ulfa, Istri almarhum Kiyai Ali Mustafa Yakub menceritakan detik-detik menjelang wafatnya Sang Suami. Saat menjelang wafatnya, Ustadzah Ulfa mendampingi dengan setia. “Jadi kemarin itu malam rabu, pulang dari pengajian Sunda Kepala. Kondisi Kiyai Ali Mustafa batuk-batuk seperti masuk angin. Ia kemudian istirahat seharian. Malamnya memeriksakan diri ke dokter” ujar Ustadzah Ulfa sebagaimana dilansir viva, kamis(28/4/2016). Setelah menjalani pemeriksaan, menurut dokter Kiyai Ali hany terkena flu dan biasa. “jadi dikasih obat batuk sama vitamin,” jelas Ustadzah Ulfah menambahkan. Mereka pun pulang kembali ke rumah. Kiyai Ali kemudian makan dan meminum obat yang diberikan dokter. “Semalaman enggak bisa tidur, sampai subuh. Adzan subuh bangun, salat subuh tapi sambil duduk. Kemudian mondar-mandir ke kamar mandi. Habis dari kamar mandi tiduran,” lanjut Ustadzah Ulfah. Ustadzah Ulfah mengungkapkan bahwa ketika itu Kiyai Ali masih dapat bicara, namun sudah malas merespon. Mereka lantas ke rumah sakit lagi, yakni ke RS Hermina Ciputat. “Di rumah sudah lemas, saya lihat denyut jantung sudah satu-satu gitu. Saya telepon driver bawa ke RS. Sama dokter dikasih pertolongan pernafasan, hasilnya kosong, terus matanya sudah enggak ada respons,” imbuh Ustadzah Ulfah. Lebih lanjut Ustadzah Ulfah menambahkan, saat akan dibawa ke RS, almarhum masih bisa berbincang. Setelah semua ikhtiar dilakukan, akhirnya dokter memberikan kabar duka kepadanya. “Sama dokter jantung sudah 0. Dengan berat hati (dokter) menyatakan bapak tidak ada, kurang lebih jam 6 pagi tadi.” 

Sumber: http://islamedia.id/inilah-cerita-sang-istri-menjelang-detik-detik-wafatnya-kiyai-ali-mustafa-yaqub/ 

Wednesday, April 27, 2016

Innalillahi Wainna Lillahi Raji'un,Mantan Imam besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia


JAKARTA -- Innalillahi wainna ilaihi raaji'un. Kabar duka kembali menerpa umat Islam Tanah Air. Mantan imam besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia pagi ini, Kamis (28/4).
Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini wafat pada pukul 06.00, di Rumah Sakit Hermina, Ciputat. 
Kita diokan semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya..Amiin

Ahmadi, Santri Asal Aceh Juara 1 Lomba Baca Kitab Kuning Se-Indonesia

Jakarta (24/4) -- Delegasi dari Aceh, Ahmadi (22) berhasil menjadi yang terbaik dalam Lomba Baca Kitab Kuning Nasional yang diselenggarakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam rangka Milad ke-18 PKS.
Ahmadi menyisihkan 1.277 peserta secara nasional dari 14 propinsi di seluruh Indonesia. Ahmadi yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Al Ikhlas Al Aziziyah, Bireun, Aceh ini mengaku menjadi juara I adalah kenikmatan.
Ia sedari awal memang ingin mengikuti perlombaan baca kitab kuning yang diadakan PKS ini demi meningkatkan kecintaan terhadap khazanah ilmu Islam. "Malam sebelum final saya sampai tak tidur mengulang-ngulang pembelajaran," ujar Ahmadi mengisahkan perjuangannya setelah dinobatkan menjadi yang terbaik, Ahad (24/4/2016).
Menurut dia, perlombaan membaca kitab kuning yang diadakan PKS sangat memotivasi dirinya dan pemuda Muslim lainnya untuk mengkaji kitab. "Buktinya dari antusiasme dan banyaknya peserta yang ikut," ujar dia.
Ahmadi mengaku selain kembali terus mengulang-ulang bacaan, ia senantiasa menggiatkan ibadah kepada Allah SWT. "Saling berkaitan, semakin kita memahami kitab semakin semangat ibadah kita," papar dia.
Ia berhadap PKS tiap tahun menyelenggarakan berbagai perlombaan keislaman, tak hanya sebatas membaca kitab kuning. "Harapannya tahun depan cabang lain diperlombakan untuk menambah semangat anak muda Islam," papar pemuda asli Aceh ini.
Sebelumnya Ahmadi berhasil menyisihkan 39 peserta lain dari Aceh untuk menjadi yang terbaik di tingkat propinsi. Santri yang mengaku gemar mengikuti perlombaan keislaman ini sebelumnya juga meraih prestasi menjadi juara I lomba baca kitab kuning tingkat Propinsi Aceh pada 2014 silam.
Anggota Dewan Juri Muslih Abdul Karim menambahkan antusiasme peserta lomba sangat tinggi. Awalnya panitianya menargetkan seribu peserta, namun membludak menjadi 1.277 peserta.
Muslih juga mengumumkan daftar pemenang lomba baca Kitab Kuning Tingkat Nasional. Juara I Ahmadi dari Aceh, Juara II Fathul Munif dari Jawa Timur, Juara III Ahmad Homaidi dari DKI Jakarta. Sementara Juara Harapan I diraih M Irfan dari Sulawesi Selatan, Harapan II diraih Ujang Anwar Mubarok dari Jawa Barat dan Juara Harapan III diperoleh Sholahuddin dari Banten. "Juara pertama insyaAllah akan umrah ke rumah Allah di Makkah Al Mukaramah," papar Muslih.
Dewan juri dalam babak Final Lomba Baca Kitab Kuning terdiri dari KH Syuhada Syarkun (Pesantren Salafiyah Tebuireng, Jawa Timur), KH Ahzami Samiun Jazuli (Pengasuh Yayasan Pendidikan Darul Hikmah, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat), dan KH Muslih Abdul Karim (Pengasuh Ponpes Baitul Quran, Depok, Jawa Barat).